Home » » Banjir Bandung; Antara PKS dan Serial Kepahlawanan

Banjir Bandung; Antara PKS dan Serial Kepahlawanan

Written By PKS KOTA PADANGSIDIMPUAN on Kamis, 17 Maret 2016 | 14.53





Oleh : Nandang Burhanudin

Alkisah. Suatu hari, Umar bin Khatthab r.a. menghampiri dan duduk bersama kumpulan para sahabat di salah satu rumah di Madinah. Umar berkata kepada yang hadir, "Ungkapkanlah cita-cita kalian!"
Ada yang berkata, "Saya berharap, rumah ini dipenuhi emas yang akan saya infakkan dalam jihad fi sabilillah."
Ada yang berujar, "Saya berharap rumah ini dipenuhi perhiasan, permata, mutiara yang akan saya belanjakan di jalan Allah dan untuk sedekah."
Ada yang menimpali, "Saya berharap rumah ini dipenuhi kida-kuda yang akan saya wakafkan untuk jihad di jalan Allah."
Umar berkata, "Berharaplah!"
Mereka menjawab, "Kami tak paham apa yang kami katakan, wahai Amirul Mukminin."
Umar menjawab, "Saya hanya berharap. Rumah ini dijejali sosok-sosok rijal seperti Abu Ubaidah bin AlJarrah, Mu'adz bin Jabal, dan Salim hamba sahaya Abu Hudzaifah. Saya mampu meminta bantuan mereka untuk menegakkan Kalimatullah."
Harta, asset, omset, sarana prasarana, semuanya penting sebagai bekal berjuang di jalan Allah. Namun ada yang lebih penting dari semua itu. Ia adalah rijaal. Jiwa-jiwa kepahlawanan yang siap melejitkan segala potensi yang ada untuk tegaknya Kalimatullah.
Menurut mantan Presiden PKS, Ust. M. Anis Matta: "Para pahlawan selalu menemukan celah di balik kebuntuan, dan memiliki secercah cahaya harapan di balik gelapnya kehidupan." Pahlawan selalu dekat dengan musibah.
Yang pertama mereka lakukan saat musibah itu datang adalah mempertahankan ketenangan. Sebab, inilah akar keseimbangan jiwa yang membantu seseorang melihat panorama hidup secara proposional. Keseimbangan jiwa inilah yang membuat seseorang tegar di depan goncangan-goncangan hidup.
Yang kedua adalah mempertahankan harapan. Sebab, harapan, kata Rasulullah saw, adalah rahmat Allah bagi umatku. Jika bukan karena harapan, takkan ada orang yang mau menanam pohon dan takkan ada ibu yang mau menyusui anaknya. Harapan adalah buah dari kepercayaan kepada rahmat Allah SWT dan juga kepada kemampuan Allah SWT melakukan semua yang ia kehendaki.
Yang ketiga adalah mempertahankan keberanian. Dan keberanian adalah buah dari kepercaan diri yang kuat dan juga anak yang lahir dari tekad baja. Keberanian dibutuhkan untuk menembus keterbatasan-keterbatasan pada ruang gerak dan hambatan yang tercipta akibat perubahan pada image.
Yang keempat adalah mempertahankan semangat kerja di tengah keterbatasan-keterbatasan itu. Dalam banyak kasus, keterbatasan-keterbatasan justru membantu memberikan fokus pada arah dan target serta konsentrasi yang kuat. Yang kita lakukan disini adalah memenuhi ruang yang tersedia dengan amal dan karya.
Begitulah para pahlwan mensiasati musibah. Maka, kebutaan tidak dapat menghambat Syeikh Abdul Aziz bin Baz merebut takdirnya sebagai ulama besar abad ini. Ketulian juga gagal mencegat perjalanan Mustafa Shadiq Al-Rafi'i menuju puncak, sebagai salah satu sastrawan muslim terbesar abad ini. Dan kelumpuhan menyerah didepan tekad baja Syeikh Ahmad Yasin yang menjadi mujahid besar abad ini, bukan saja dalam melawan kebiadaban Israel, tetapi bahkan menentang dunia.
Lalu bagaimana dengan banjir dan momentum kepahlawanan? Banjir di daerah Kab. Bandung induk terjadi sejak lama. Kini semakin parah dan parah seiring semakin rusaknya hutan, aliran sungai, saluran air yang disulap jadi perumahan.
Musibah mencipta kepahlawanan. Alangkah indahnya jika momentum banjir dijadikan poin untuk menegakkan peraturan, menegaskan strategi sepenggal Firdaus. Terutama oleh Gubernur dan para wakil bupati/wakil walikota di area Bandung Raya dengan fokus pada kerja solusi bukan kerja mempertahankan tradisi.
Jika nasihat Ustadz Anis Matta ditunaikan. Saya yakin. Serial kepahlawanan tidak hanya datang dari Turki. Tapi dari markaz dakwah yang kini menjadi pejabat publik, semisal Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Wawali Kota Bandung M. Oded Danial, atau yang baru dilantik Wabup Kab. BANDUNG Gun Gun Gunawan. Sanggupkah?
Share this article :

0 komentar :

Posting Komentar



 
Support : Link | Link | Your Link
Copyright © 2017. DPD PKS KOTA PADANGSIDIMPUAN - All Rights Reserved